Daftar Blog Saya
-
welcome 2025 bismillah berkah joss1 tahun yang lalu
-
Desde la terraza 1960 Pelicula Completa En Castellano5 tahun yang lalu
-
Listing Out Plans6 tahun yang lalu
-
letter13 tahun yang lalu
-
Project 1513 tahun yang lalu
-
-
Pengikut
Kamis, 20 Oktober 2011
Sudah berapa bulan kita bersama? Merasakan nggak sih, kalau beberapa bulan ini terasa bagai bertahun-tahun.
Masih inget pertama kali masuk kelas ini? Jaman-jaman dimana setiap anak masih membawa nama SMP nya masing-masing. Kelas masih hening?
Sekarang kita bukan membawa nama SMP nya masing-masing lagi, tapi kita menopang nama Xenosaga bersama-sama. Nama yang sangat berat, sampai-sampai kehilangan satu anak saja sudah merobohkan yang lainnya.
Kelas sudah mulai berantakan dan berisik sampai-sampai guru-guru nggak tahan lagi.
Apalagi sejak kita latihan Cheerliar. Masalah datang bertubi-tubi, suka dan duka kita lalui bersama. Tangan-tangan kokoh kita untuk menopang nama Xenosaga itu pun sering teruji kekuatannya. Semua bisa kita lalui bersama.
Kayu-kayu ditumpuk dan dikobarkan api semangatnya, minyak terus dituang untuk terus memperbesar semangat kita. Sampai pada titik yang paling berkobar, api itu secara paksa diguyur oleh air. Padam. Klimaks Cheerliar dibatalkan.
Seakan tak cukup semua yang kita lewati bersama. Inilah Ujian kita yang sesungguhnya. Sekokoh apa tangan-tangan kita yang telah ditempa bersama bisa terus memperjuangkan Xenosaga?
Setiap pendapat dipertaruhkan, segala pertanyaan ditanyakan.
Apa bisa menyalakan api di dahan yang sudah basah akibat dipadamkan sebelumnya tadi? Susah. Tapi bukan berarti tidak bisa.
Ada sesuatu yang hilang di antara kita sekarang. Sesuatu yang kita semua tahu itu ada tapi kita nggak bisa menemukannya. Setiap anak saling menyalahkan. Saling mempertanyakan kekuatan tangan satu sama lain... Lupa pada pegangannya sendiri.
Bukankah kalian sendiri yang paling menyadari betapa berbedanya kelas kita ini sekarang?
Apa ini semua karena Cheerliar di batalkan? atau semakin parah setelah Cheerliar di batalkan?
Kita ada di puncak kebahagian, lalu jatuh seketika. Apa yang terjadi setelah jatuh dari tempat yang tinggi. Hancur.
Setelah kehancuran itu, kita cuma bisa memandangi dari bawah, kembali melihat ke jaman keemasan yang ada di atas sana, ketika semua baik-baik saja. Lalu menyadari kalau hanya seginilah perjalanan kita. Merasa lebih nyaman berada di bawah, dan memandangi ke atas, mengingat bahwa kita pernah di atas sana.
Mungkin itu yang terjadi pada kita semua sekarang, semangat itu sudah basah, susah untuk terbakar lagi. Kita sudah terlalu nyaman di bawah, sambil mengingat bahwa kita pernah diatas.
Lalu apa yang akan terjadi setelah ini? apa kita mau memelihara kayu yang sudah basah itu, dan tetap berada dibawah?
Setiap anak dikelas sekarang terasa semakin jauh. Semakin berjarak.
Lalu, kalau seperti inilah kita melalui Ujian ini, apakah kita akan lulus?
Ada Apa dengan kita saat ini?
Masih inget pertama kali masuk kelas ini? Jaman-jaman dimana setiap anak masih membawa nama SMP nya masing-masing. Kelas masih hening?
Sekarang kita bukan membawa nama SMP nya masing-masing lagi, tapi kita menopang nama Xenosaga bersama-sama. Nama yang sangat berat, sampai-sampai kehilangan satu anak saja sudah merobohkan yang lainnya.
Kelas sudah mulai berantakan dan berisik sampai-sampai guru-guru nggak tahan lagi.
Apalagi sejak kita latihan Cheerliar. Masalah datang bertubi-tubi, suka dan duka kita lalui bersama. Tangan-tangan kokoh kita untuk menopang nama Xenosaga itu pun sering teruji kekuatannya. Semua bisa kita lalui bersama.
Kayu-kayu ditumpuk dan dikobarkan api semangatnya, minyak terus dituang untuk terus memperbesar semangat kita. Sampai pada titik yang paling berkobar, api itu secara paksa diguyur oleh air. Padam. Klimaks Cheerliar dibatalkan.
Seakan tak cukup semua yang kita lewati bersama. Inilah Ujian kita yang sesungguhnya. Sekokoh apa tangan-tangan kita yang telah ditempa bersama bisa terus memperjuangkan Xenosaga?
Setiap pendapat dipertaruhkan, segala pertanyaan ditanyakan.
Apa bisa menyalakan api di dahan yang sudah basah akibat dipadamkan sebelumnya tadi? Susah. Tapi bukan berarti tidak bisa.
Ada sesuatu yang hilang di antara kita sekarang. Sesuatu yang kita semua tahu itu ada tapi kita nggak bisa menemukannya. Setiap anak saling menyalahkan. Saling mempertanyakan kekuatan tangan satu sama lain... Lupa pada pegangannya sendiri.
Bukankah kalian sendiri yang paling menyadari betapa berbedanya kelas kita ini sekarang?
Apa ini semua karena Cheerliar di batalkan? atau semakin parah setelah Cheerliar di batalkan?
Kita ada di puncak kebahagian, lalu jatuh seketika. Apa yang terjadi setelah jatuh dari tempat yang tinggi. Hancur.
Setelah kehancuran itu, kita cuma bisa memandangi dari bawah, kembali melihat ke jaman keemasan yang ada di atas sana, ketika semua baik-baik saja. Lalu menyadari kalau hanya seginilah perjalanan kita. Merasa lebih nyaman berada di bawah, dan memandangi ke atas, mengingat bahwa kita pernah di atas sana.
Mungkin itu yang terjadi pada kita semua sekarang, semangat itu sudah basah, susah untuk terbakar lagi. Kita sudah terlalu nyaman di bawah, sambil mengingat bahwa kita pernah diatas.
Lalu apa yang akan terjadi setelah ini? apa kita mau memelihara kayu yang sudah basah itu, dan tetap berada dibawah?
Setiap anak dikelas sekarang terasa semakin jauh. Semakin berjarak.
Lalu, kalau seperti inilah kita melalui Ujian ini, apakah kita akan lulus?
Ada Apa dengan kita saat ini?
Label:
akxen,
kelas kita
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar